




robiatul adawiyah
kelas 10-7
1. tsunami aceh
Di akhir tahun 2004, bencana Tsunami menyerang pesisir barat pulau Sumatera. Provinsi Nangroe Aceh Darusallam dan Kepulauan Nias, Sumatera Utara adalah wilayah terparah yang diporak poranda diterjang air bah. Kerugian material yang diakibatkan bencana ini ditaksir hampir ratusan trilyun rupiah. Banyak sarana-sarana transportasi, komunikasi, dan infrastruktur lainnya hancur ditelan gelombang air pasang ini. Kota yang dulunya dipadati oleh rumah-rumah penduduk dan bangunan batu, kini hampir rata dengan tanah. Ratusan ribu nyawa melayang. Dalam waktu sekejap mayat-mayat bergelimpangan disepanjang jalan dan dibiarkan membusuk tanpa ada yang merawatnya. Bencana ini kini tidak saja dirasakan oleh mereka yang terkena langsung, tetapi dirasakan oleh segenap masyarakat dunia.
Melihat kenyataan ini , Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) merasa tergerak untuk membantu mereka yang terkena bencana tsunami, khususnya mereka yang tinggal di Kepulauan Nias. Daerah yang paling dekat dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, di mana pusat gempa itu berasal.
Akibat gempa di Kepulauan Nias menurut informasi. dari Pdt. Zendrato, Ketua Tim Penanggulangan Gempa Gereja BNKP, musibah ini mengakibatkan:
a. korban meninggal dunia 78 orang warga gereja di dua wilayah, yaitu kecamatan Sirombu dan kecamatan Mandehe.
b. Korban menderita 400 KK diberbagai wilayah.
c. Korban yang mengungsi 2.200 orang (dewasa dan anak-anak) ke 5 wilayah, yang masing-masing tersebar dibeberapa lokasi pengungsian (15 lokasi).
2.banjir bandang
JEMBER - Sedikitnya 51 penduduk Desa Kemiri dan Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dipastikan tewas, dan puluhan lainnya luka-luka akibat banjir bandang bercampur lumpur yang menyapu daerah permukiman di lereng selatan Gunung Argopuro itu, Minggu (1/1) malam hingga Senin (2/1) siang. Selain menelan korban jiwa, puluhan rumah roboh dan hanyut, serta ratusan lainnya rusak.
Diperkirakan masih ada korban jiwa yang belum diketemukan karena tingginya endapan lumpur yang menutup rumah-rumah penduduk di kawasan Dusun Sondong, Dusun Delima dan Gunungpasung, Desa Kemiri, sebagai daerah terparah. Demikian data yang diperoleh Pembaruan dari Pemprov Jatim.
Jumlah korban yang ditemukan masih simpang-siur, namun data yang diperoleh dari Posko Penanggulangan Bencana di Jember hingga Selasa (3/1) menyebutkan, korban tewas 57 orang.
Lokasi yang sulit dijangkau meliputi desa-desa di Kecamatan Panti, antara lain Kemiri, Suci, Panti, Glagahwero, Pakis, yang lokasinya berada di kaki Gunung Argopuro. Di Desa Kemiri terdapat perkebunan dan pabrik kopi milik perusahaan swasta dan Perusahaan Daerah Perkebunan milik Pemerintah Kabupaten Jember. Di desa inilah korban banyak berjatuhan. Untuk menjangkau desa ini membutuhkan waktu dua jam dan jalan menuju ke sana sulit dilalui.
Bupati Jember, MZA Djalal, bersama instansi lainnya langsung memimpin pengevakuasian sekitar 3.000 jiwa dari ratusan keluarga di dua desa yang paling parah itu secara bertahap. Namun, masih ada sekitar 300 jiwa lainnya bersikeras tinggal di Dusun Sondong dan Delimo, Desa Suci, Kecamatan Panti yang terisolir akibat jalan dusun tertutup endapan lumpur setinggi satu meter dan jembatan penghubung putus diterjang banjir.
Banjir bandang terjadi sejak Minggu malam karena besarnya curah hujan di dataran tinggi Jember. Akibatnya, Kali Putih yang alirannya melewati empat kecamatan meluap. Kondisi Desa Kemiri, Kecamatan Panti menderita kerusakan yang paling parah karena wilayahnya merupakan tikungan aliran Kali Putih.
3.angin topan di amerika
Pinggiran luar angin topan dahsyat dan kuat sampai di pantai selatan Amerika Serikat di Teluk Meksiko. Pusat Pengawasan Topan Nasional Amerika – Hurricane Center – menyatakan, topan besar Katrina telah mendekati pantai Teluk Meksiko dengan hujan lebat dan angin kencang berkecepatan hampir 250 kilometer per jam, dan akan menghantam daratan fajar hari ini – Senin.
Kondisi cuaca di wilayah itu makin buruk dan akan bertambah buruk di waktu malam. Par aperamal cuaca menyatakan topan hebat itu akan menghantam di sepanjnag pantai Louisiana, Mississippi, Alabama dan bagian barat Florida.
Hurricane Center menyatakan, angin kencang akan menimbulkan banjir besar hingga 9 meter tingginya, ditambah dengan hujan lebat yang akan menyebabkan banjir besar di kota New Orleans, Louisiana, yang berada di bawah permukaan air laut. Banjir juga akan terjadi di tempat-tempat lain di sepanjang pantai.
Lebih dari satu juta orang diungsikan, di wilayah pantai, selagi ratusan ribu orang lainnya diamankan di tempat-tempat khusus untuk berlindung.
Wilayah pantai selatan Amerika Serikat dalam waktu beberpa jam lagi akan dihantam oleh salah satu badai dan angin topan paling dahsyat yang diberi nama Katrina yang pernah melanda Amerika Serikat.
Hurricane winds blow sand on Fort Lauderdale beach, Thursday
Pusat Pengawasan Topan Nasional Amerika – The Hurricane Center – menyatakan, angin topan Katrina yang sangat berbahaya ini, mendekati wilayah pantai teluk Meksiko dengan hujan lebat dan angin kencang yang kerkecepatan hampir 240 kilomete rper jam. Angin topan akan menghantam wilayah daratan dalam waktu beberapa jam lagi.
Kondisi cuaca di wilayah itu makin buruk dan akan bertambah buruk laho sepanjang hari – hari ini – Senin.
Para peramal cuaca mengatakan, angin topan dahsyat itu akan melanda wilayah sepanjang pantai Louisiana, Mississippi, Alabama dan bagian barat Florida.
Pusat Pengawasann Topan Nasional Amerika menyatakan, hujan lebat dan angin kencang, menimbulkan banjir dengan air setinggi 9 meter, yang akan membanjiri kota New Orleans, Louisiana yang terletak di bawah permukaan air laut itu. Banjir besar jug aakan melanda tempat-tempat lain di sepanjang pantai.
Lebih dari satu juta orang telah diungsikan dari wilayah pantai, selagi ratusan ribu orang lainnya, ditempatkan di tempat-tempat lain untuk berlindung.
4. gempa bumi, tasikmalaya
Gempa bumi berskala 7.3 SR yang terjadi 142 km barat daya Tasikmalaya pada hari ini tanggal 2 September 2009, pukul 14.55, seakan mengingatkan kita pada peristiwa tsunami Aceh pada Desember 2004.
Peristiwa tsunami Aceh adalah tragedi pembuka dari awal pemerintahan SBY-JK 2004-2009 yang kemudian terus diwarnai dengan berbagai bencana alam termasuk gempa Yogya setahun kemudian juga tsunami yang melanda Pangandaran.
Kini, setelah Pemilu 2009 berlangsung dan memunculkan kembali SBY sebagai Presiden, nampaknya alam kembali menyambutnya dengan gempa bumi berskala 7.3 SR. Bersyukur kali ini tanpa tsunami.
Tapi lantas bagaimana dengan hari-hari ke depan??? Mari kita tunggu saja kelanjutannya…
Semoga belum terlambat….
5. gunung slamet meletus
intensitas letusan Gunung Slamet hingga 10 hari sejak kali pertama meletus masih relatif tinggi. Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Slamet, Pulosari, Gambuhan, Pemalang, dalam dua hari terakhir jumlah letusan gunung tertinggi kedua di Jawa itu mencapai rata 490 kali per hari.
Kepala Subbidang Evaluasi Bencana Geologi pada Badan Geologi, Agus Solihin, Selasa (5/5), mengungkapkan, kekuatan letusan gunung Slamet bervariasi. Terkadang menyemburkan lava pijar hingga ketinggian 500 meter, terkadang hanya menghembuskan asap tebal kehitaman ke udara.
"Intensitas letusan Slamet dalam dua hari terakhir masih pada kisaran 500 kali dalam sehari. Letusan ini tid ak berbahaya dan hanya menyemburkan debu dan lava pijar. Debu hanya dirasakan masyarakat di wilayah utara seperti Pemalang dan Tegal," kata Agus usai memberikan sosialisasi antisipasi bencana Gunung Slamet di Kecamatan Cilongok, Banyumas, Selasa.
Agus melanjutkan, dibanding intensitas letusan yang terjadi pada 1 Mei lalu, yang 600 kali dalam sehari, jumlah letusan dalam dua hari terakhir relatif telah menurun. Namun demikian, hal itu tak dapat dijadikan patokan apakah peningkatan aktivitas vulkanik di gunung ini mulai mereda.
"Pastinya, kami masih menetapkan status siaga hingga kini," kata Agus. Tipe letusan Gunung Slamet adalah stromboli, yakni menyemburkan lava pijar dan debu ke atas. Hal ini berbeda dengan Gunung Merapi yang letusannya disertai lelehan lava pijar dan wedhus gembel. Hal itu kecil kemungkinan terjadi di gunung ini.
Relatif kecilnya letusan Gunung Slamet juga dikarenakan posisi dapur magma yang relatif jauh dari puncak. Badan Gunung Slamet yang tambun dan tinggi, membuat gerakan magmatik dalam skala masif sulit menembus hingga permukaan kawah.
Senin, 07 September 2009
beberapa contoh fakta,data, dan informasi
Diposting oleh Kelas 10-7 SMA 97 Jakarta di 01.39
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar