BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Senin, 07 September 2009

Fakta, Data & Informasi Tsunami Aceh

FAKTA




DATA
1. 26 Desember 2004
2. gempa berkekuatan 8,9 skala richter

INFORMASI

Gempa di Aceh yang diikuti tsunami dengan puluhan ribu korban jiwa dan
kerugian materi yang tak terhitung, untuk kesekian kalinya
menghenyakkan kesadaran dan mengguncang jiwa kita. Gempa yang mulai
terjadi hari Minggu 26 Desember 2004 tersebut sampai saat ini masih
terus berkelanjutan dengan gempa-gempa susulannya.
tanggal 29 Desember 2004 - sudah tercatat getaran-getaran dengan
kekuatan 5-9 Skala Richter sebanyak 40 kali, dan belum jelas terlihat
tanda-tanda kapan akan berhenti.

Kita semua menundukkan kepala, kita semua berduka, kita semua
menangis. Tapi tangisan dan keprihatinan saja tidak cukup dalam
menyikapi sebuah bencana. Diperlukan langkah nyata berbasis alasan
ilmiah yang cukup agar didapat gerak yang efektif dalam menanggulangi
dan sekaligus bersiap mengantisipasinya lagi di masa depan. Sudah
saatnya kita menangani bencana tidak hanya dengan mengandalkan naluri
charitas belaka.

Kondisi geologi Indonesia yg merupakan pertemuan lempeng-lempeng
tektonik menjadikan kawasan Indonesia ini memiliki kondisi geologi
yang sangat kompleks. Selain menjadikan wilayah indonesia ini kaya
akan sumberdaya alam, salah satu konsekuensi logis kekompleksan
kondisi geologi ini menjadikan banyak daerah-daerah di Indonesia
memiliki tingkat kerawanan yg tinggi terhadap bencana alam. Beberapa
diantaranya adalah rawan gempa bumi, tsunami serta rawan letusan
gunung api disepanjang "ring of fire" dari Sumatra - Jawa - Bali - Nusatenggara -Banda - Maluku. Pemahaman akan resiko tinggal didaerah dengan kerawanan bencana tinggi ini semoga tidak menjebak kita pada pemikiran sempit bahwa kita sedang memang menjalani "takdir hitam". Alam selalu bertindak jujur, adil, berjalan dengan aturan, rambu-rambu dan petunjuk, tanda-tanda yang amat jelas bagi yang bersedia memahaminya dengan tawadlu' dan kerendahan hati.

Daerah rawan bencana gempa dan tsunami Indonesia hampir semuanya berada pada daerah yg tingkat populasinya sangat padat. Daerah-daerah ini sering merupakan pusat aktifitas serta sumber pendapatan masyarakat serta negara, dan menjadi pusat pencurahan dana pembangunan. Namun ketika bencana gempa dan tsunami itu terjadi maka usaha-usaha pembangunan yg sudah dilakukan akan hilang dan lenyap dalam waktu yang sangat singkat dan bersifat katastropik.

oleh : Lissa El & Meitha D

0 komentar: